Showing posts with label BERITA TERBARU. Show all posts
Showing posts with label BERITA TERBARU. Show all posts

Sunday, December 13, 2015

Apa saja Kandungan Biji Jintan Hitam - Habbatusauda

Kandungan apa saja yang terdapat pada  Biji Jintan Hitam - Habbatusauda ?


Habbatussauda merupakan herbal yang memiliki peranan yang cukup besar dalam bidang pengobatan dan kesehatan. Habbatussauda juga disarankan menjadi pengobatan secara medis yang juga banyak disarankan oleh dokter maupun pengobatan secara tradisional yakni memanfaatkan biji jintan hitam yang merupakan bahan baku utama dari Habbatussauda. Habbatussauda merupakan obat yang dianjurkan dalam agama Islam, bahkan Rasullullah Alaihi Wassallam menyebutkan dalam HaditsNya yang berbunyi ” Tidak ada satupun penyakit melainkan dalam habbutussauda terdapat kesembuhan padanya, kecuali kematian ( H.R.Muslim).
Hadist yang disebutkan diatas, benar adanya karena habbatussauda terbukti secara klinis dan empiris (pengalaman nyata). Bahkan habbatussauda telah dimanfaatkan sebagai obat lebih dari 2000 tahun lalu dan lebih dari 200 ratus studi pembelajaran dan pembuktian yang dilakukan oleh beberapa Universitas Internasional dan artikel yang banyak menerbitkan dengan macam-macam jurnal ilmiah hanya untuk membenarkan khasiat Habbatussauda.
Berikut ini adalah informasi mengenai kandungan senyawa dan nutrisi dari biji jintan hitam atau yang lebih dikenal dengan sebutan Habbatussauda yang membenarkan adanya khasiat yang luar biasa dengan kandungan senyawa alami yang dimiliki Habbatussauda :
1. Oleat (Omega 9), Linoleat (Omega 6), Linolenat (Omega 3)
2. Minyak-minyak volatile atau minyak esensial
3. Fitosterol
4. Alkaloid (Nigelleine dan Nigellamine-n-oxide)
5. Asam-asam Amino
Nilai nutrisi rata-rata lainnya dari Habbatussauda :
1. Energi (kcal(MJ))) mengandung kadar air per 100gr: 531(222), US RDAB: 2300(9.63), % US RDAB: 23.1, % INQ : 1
2. Protein (g) mengandung kadar air per 100gr: 20.8, US RDAB: 65, % US RDAB: 32, % INQ: 1.4
3. Thiamin (mg) mengandung kadar air per 100gr: 1.5, US RDAB: 1.5, % US RDAB: 100, % INQ: 4.3
4. Riboflavin (mg) mengandung kadar air per 100gr: 0.1, US RDAB: 1.7, % US RDAB: 5.9, % INQ: 0.3
5. Pyridoxine (mg) mengandung kadar air per 100gr: 0.5, US RDAB: 2, % US RDAB: 25, % INQ: 1.1
6. Niacin (mg) mengandung kadar air per 100gr: 5.7, US RDAB: 20, % US RDAB: 28.5, % INQ: 1.2
7. Kalsium (mg) mengandung kadar air per 100 gr: 185.9, US RDAB: 1000, % US RDAB: 18.6, % INQ:0.8
8. Zat besi (mg) mengandung kadar air per 100gr: 10.5, US RDAB: 18, % US RDAB: 58.3, % INQ: 2.5
9. Copper (mg) mengandung kadar air per 100gr: 1.8, US RDAB : 2, % US RDAB: 90, % INQ: 3.9
10. Zinc (mg) mengandung kadar air per 100gr: 6, US RDAB: 15, % US RDAB: 40, % INQ: 1.7
11. Phosphorus (mg) mengandung kadar air per 100gr: 526.5, US RDAB: 1000, % US RDAB: 52.7, % INQ: 2.3
12. Folacin (mg) mengandung kadar air per 100gr: 0.061, US RDAB: 0.4, % US RDAB: 15.3, % INQ: 0.7
Nilai senyawa dari minyak essensial habbatussauda sebanyak (1,4%) dengan rincian :
1. Carvone : 21.1 %
2. Alfa-pinene : 7.4 %
3. Sabinene : 5.5 %
4. Beta-pinene : 7.7 %
5. P-cymene : 46.8 % dan senyawa lainnya sebanyak : 11.5 %
Serta mengandung Asam lemak dari minyak habbatussauda adalah :
1. Myristic asam (C14:0) 0,5%
2. Palmitic Asam (C16:0) 13.7%
3. Asam (C16:1) 0.1%
4. Asam (C18:0) 2.6%
5. Oleic Asam (C18:1) 23.7%
6. Linoleic Asam (C18:2) (omega-6) 57.9%
7. Linolenic Asam (C18:3n-3) (omega-3) 0.2%
8. Arachidic Asam (C20:0) 1.3%
Berdasarkan penelitian yang lain, kandungan habbatussauda antara lain :
  • Saponin berupa triterpenoid glikosida, monosakarida (molekul gula tunggal) yang berbentuk glukosa, ramnosa, silosa, dan arabinosa
  •  Komponen non starch polysaccharide bahan aktif ini merupakan sumber yang berguna untuk serat diet
  • Asam lemak terutama asam lemak tak jenuh (linoleat dan oleat). Meliputi misristik, palmato oleat, asam behenat, asam stearat (52%), asam arakidonat (26,95%), omega-3, omega-6
  • Asam amino terdapat 15 jenis asam amino yang membentuk habbatussauda, termasuk 9 asam amino esensial
  • Ariginin merupakan bahan aktif yang penting untuk masa pertumbuhan balita
  • Karotin karotin akan dirubah oleh hati menjadi vitamin A
  • Mineral meliputi kalsium, zat besi, sodium, potassium yang secara keseluruhan berfungsi sebagai kofaktor fungsi enzim
  • Minyak volatile diantaranya timokuinon, nigelon, timohidrokuinon

Friday, October 16, 2015

Membangkitkan Usaha budidaya udang windu di Kabupaten Aceh Tamiang

Bupati Aceh Tamiang H Hamdan Sati, Senin (5/10) melakukan panen udang windu demfarm program di lokasi tambak Kampung Matang Seeping, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini biusa dikatakan untuk menandai kebangkitan kembali usaha budidaya udang windu di daerah tersebut.

Usaha budidaya udang windu di Kabupaten Aceh Tamiang bukan hal baru, melainkan kegiatan yang sudah sejak dulu dilakukan masyarakat pesisir. Bahkan pada era 1980-an komoditas udang windu menjadi primadona petambak.

"Redupnya budidaya udang windu dalam beberapa tahun lalu dikarenakan berbagai kendala, salah satunya mewabahnya penyakit yang disebabkan virus, sehingga mengakibatkan kerugian besar bagi para pembudidaya udang," kata Hamdan di sela acara panen.

Mewabahnya penyakit, kata bupati, disertai kondisi keamanan Aceh yang kurang kondusif, mengakibatkan banyak tambak khususnya di Aceh Tamiang terlantar. 

Oleh karena itu, pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan rehabilitasi tambak masyarakat yang terlantar dengan sumber dana alokasi khusus (DAK) dan otonomi khusus (Otsus) dengan harapan usaha budidaya udang dapat kembali bangkit.

Bupati menjelaskan, perairan Aceh Tamiang merupakan penghasil induk udang windu terbaik di Asia Tenggara. 

Dan sudah seharusnya budidaya udang windu dikembangkan agar perekonomian masyarakat pesisir menjadi meningkat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Tamiang Agustin mengatakan, demfarm program peningkatan sumberdaya perikanan budidaya merupakan program unggulan Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dan masyarakat pesisir.

Menurut Agustin, kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Balai Perikanan Budidaya Ujung Batee, sebagai kegiatan percontohan yang dilaksanakan langsung oleh kelompok pembudidaya dengan sistem kawasan (cluster), pelaksanaannya dilakukan secara serentak agar terhindar dari serangan penyakit.

Adapun kelompok yang terpilih dari rangkaian proses identifikasi calon lokasi dan calon penerima (CLCP) manfaat, adalah Kelompok Subur Jaya di Kampung Matang Seping beranggotakan 20 orang dengan luas areal tambak 5,6 hektare, diberikan sebanyak 1,08 juta ekor benur.

"Saat ini untuk merahab saluran tambak masyarakat diperoleh alokasi dana dari Kementerian Kelautan dan perikanan berupa kegiatan Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif di dua lokasi tambak yakni di Kampung Matang Seping dan Kampung Baru, Kecamatan Seruway.

Program ini sangat besar manfaatnya dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga diharapkan terus berlanjut pada tahun mendatang," katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo SIK, Kajari Kualasimpang Amir Sarifuddin, Sekda Aceh Tamiang Ir Razuardi Ibrahim, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Endra Saputra Kesuma, serta tokoh masyarakat Banda Mulia. (KT&T/medanbisnis)

Wednesday, September 30, 2015

Oso Minta Pembunuh Salim Kancil Dihukum Berat


Antara/Ari Bowo Sucipto
Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Senin (28/9).


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Wakil ketua MPR Oesman Sapta mendesak agar pemunuhan aktivis lingkungan Salim Kancil di Lumajang, Jawa Timur, dihukum seberat-beratnya. Sebab, Salim dibunuh dengan kejam dan dalam rangka memperjuangkan lingkungan dari penambang pasir.

''Itu jelas satu perbuatan yang sangat tidak bisa diterima dan tercela. Orangnya harus dihukum mati dan harus ditangkap,'' kata pria yang akrab disapa Oso, kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Oso, tindakan keji seperti itu sangat tidak diperbolehkan. Ia mengatakan, Indonesia negara hukum. Apalagi, Salim dihabisi nyawanya dengan melakukan penyiksaan terlebih dahulu, dimana hal itu sangat bertentangan dengan undang-undang. ''Itu gak benerlah. Kok tega-teganya begitu pada manusia,'' ujar dia.

Padahal, kata Oso, kalau digali lebih dalam dari keterangan Salim, bisa mendapatkan informasi yang akurat untuk memperbaiki lingkungan di Lumajang ke depannya. Namun, semua sudah terlambat, Salim keburu hakimi oleh preman-preman bayaran pengusaha tambang yang tidak bertanggungjawab.

Mengenai pengungkapan kasus tersebut, Oso mengimbau biarkan polisi yang menyelesaikan, karena itu merupakan tanggungjawab kepolisian sebagai aparat kemanan dan hukum. Meski demikian, Oso sedikit menyoroti peran pemerintah daerah, yang seharusnya bertanggung jawab. Minimal, ada pencegahan yang dilakukan, karena aktivitas penambangan itu sudah lama.

Sehingga, masyarakat jangan hanya menyalahkan polisi. Pemda mesti bertanggungjawab, mengapa kasus ini dibiarkan berlarut-larut. ''Mungkin ada keuntungan disitu. Kalau gak dikasih izin, tinggal perintahkan itu bisa ditutup, tapi ini enggak. Mungkin ada 'angpau' disitu,'' ucap Oso.

Peluang Usaha Pemanenan Padi; Petani Abdya Sulit dapatkan pemotong padi



Blangpidie, (Analisa). Petani Aceh Barat Daya (Abdya) kesulitan mendapatkan jasa buruh potong padi. Akhirnya, hampir sebagian padi yang telah memasuki panen hingga kini belum dipotong. Jika dibiarkan terlalu lama, padi yang telah menguning itu akan rontok dengan sendirinya.
Petani di Kecamatan Manggeng, Fazli, kepada wartawan, Selasa (29/9) mengaku kesulitan mencari buruh potong padi, sementara padi yang ditanam sejak Juni harus segera dipanen karena kalau tidak bulir padi bakal rontok.
Diakuinya, dia telah mencari jasa buruh hingga ke kecamatan lain, namun tak kunjung didapat. Rata-rata, buruh yang dijumpainya sedang memotong padi di daerah lain.
Dia bahkan telah berupaya menghubungi pemilik mesin pemotong padi yang disediakan Pemerintah Kabupaten Abdya. Namun, juga sedang sibuk melakukan pemotongan padi di sawah lain.
Kesulitan mencari pemotong padi juga diutarakan petani lainnya, Usman yang mengaku harus memotong sendiri padinya dengan dibantu istri. Padahal, dia sudah berupaya mencarinya, tapi tak mendapatkannya.
“Panen tahun lalu tidak sesulit ini, para penyedia jasa pemotongan padi mudah didapatkan, bahkan mereka sendiri yang menawarkan jasa kepada pemilik sawah. Hampir semua wilayah yang saya kunjungi sudah ada jadwal masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, tanam serentak yang dicanangkan Pemkab Abdya sudah bagus dan membuat hasil panen petani meningkat serta terhindar dari berbagai macam penyakit pada tanaman padi. 
Namun sayang, sarana untuk mendukung proses tanam serentak justru belum tercukupi, seperti mesin pemotong padi yang masih relatif sedikit dan beberapa unit diketahui dalam kondisi rusak. 
“Ke depan, kami berharap pemerintah dapat menyediakan mesin pemotong padi dalam jumlah yang cukup agar petani punya arternatif jika tidak menemukan buruh pemotong padi,” tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Abdya, Maswadi mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Aceh agar meminjamkan mesin pemotong padi supaya tidak ada lagi petani yang gagal memanen padi mereka.
Pada masa tanam yang akan datang, tepatnya saat musim panen tiba, pihaknya akan membentuk kelompok pemotong padi dengan jumlah ratusan kelompok agar petani di Abdya tidak kesusahan mencari tukang potong padi.
“Saat memasuki panen nanti yang diperkirakan pada April 2016, masing-masing wilayah sudah memiliki kelompok pemotong padi. Jadi, budaya gotong royong itu perlu dihidupkan kembali,” tutupnya. (ags)

Tuesday, September 29, 2015

MASYARAKAT PANEN RAYA PADI DI DESA LUBUK KERTANG BRANDAN BARAT

Langkat, (PDE)

Warga Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat laksanakan Panen Raya Padi, Senin (28/9).



Masyarakat antusias menyaksikannya, terlihat diantara keramaian masyarakat Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Ketua DPRD Sumut Ajib Shah, Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu SH, dan Kadis Pertanian Sumut.



Selain itu, tampak juga Dandim 0203 Langkat Letkol. Inf. Roy Hansen J. Sinaga, Danrem 022 Pantai Timur Kolonel Inf. Toto Nurwanto, Kapolres Stabat AKBP Dwi Asmoro, Danyon Marinir Mayor Gede Edy hadir meramaikan kegiatan tersebut.



Sebenarnya, Panen Raya Padi ini adalah program ketahanan pangan TNI yang digalang Kodim 0203 Langkat bersama sejumlah pihak, termaksud diantaranya Pemkab. Langkat dan masyarakat setempat.



Hasilnya cukup memuaskan, tampak masyarakat sangat bergembira dengan panen ini, “Upaya swasembada pangan berjalan efektif, semoga ini dapat mengembalikan Indonesia sebagai negara berbasis pertanian yang dulu sempat melekat di mata dunia” kata Pangdam Lodewyk Pusung saat dikonfirmasi.



Lanjut Lodewyk, kedepannya TNI akan terus berjuang bersama Dinas Pertanian di setiap Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia untuk menggalakkan program swasembada pangan, diharapkan semakin hari, produktivitas pertanian Indonesia seperti beras, jagung dan kedeleai dapat meningkat.



Sementara itu, Bupati Ngogesa merasa puas dengan program TNI ini, kendala stok bahan pangan mungkin kedepannya akan teratasi jika program ini terus berjalan.



“Pemkab. Langkat siap menjadi pendukung program ketahanan pangan ini” tegas Ngogesa.



Menyikapi nasib petani kedepan, Ngogesa yakin, petani akan mengalami perubahan nasib jika program ketahanan pangan terus digalakkan, terlebih lagi, seluruh masyarakat Indonesia akan merasakan profit dari program ini.



Ngogesa juga mengatakan, bahwasannya untuk potensi areal sawah di Kabupaten Langkat saat ini mencapai 37.529 HA, dan dari areal tersebut hanya 8.384 HA saja yang memilikki irigrasi selebihnya areal sawah dengan sistem pompanisasi.



Bupati juga menyampaikan, dari areal sawah di Desa Lubuk Kertang yang luasnya mencapai 150 HA bisa menghasilkan sekitar 7,4 Ton perhektare. Ni menunjukan bahwa Kabupaten Langkat sebagai ujung tombak yang berperan besar dalam mewujudkan swasembeda pangan nasional dan progam pemerintah lainnya. (Humas/Informasi)

Monday, September 14, 2015

Bank Mandiri mewajibkan nasabahnya untuk Ganti PIN ATM Mandiri 4 Digit ke 6 Digit

Cara Ganti PIN ATM Mandiri 4 Digit ke 6 Digit , Selama ini Bank Mandirimenggunakan 4 digit angka sebagai PIN ATM-nya, namun sejak 18 Agustus 2015 kini Bank Mandiri telah menerapkan perubahan / pergantian PIN ATM Mandiri dari 4 digit menjadi 6 digit. Sehingga Nasabah Bank Mandiri diharuskan mengganti PIN ATM Mandiri menjadi 6 Digit 

Sebelumnya nasabah Bank Mandiri ketika memasukkan 4 Digit PIN ATM Bank Mandiri akan langsung masuk ke Menu Utama ATM, namun belakangan ini hal itu tidak berlaku lagi, setelah kita memasukkan 4 Digit PIN ATM kita harus juga menekan enter untuk masuk ke menu utama.

Berikut Panduan yang didapat dari website resmi bankmandiri.co.id

Frequently asked question (FAQ) Seperti yang di kutip dari bankmandiri.co.id
Cara Ganti PIN ATM 4 digit menjadi 6 digit
1. Mengapa Bank Mandiri melakukan perubahan PIN dari 4 digit menjadi 6 digit pada Kartu Mandiri Debit/ATM ?

Jawab :

Bank Mandiri melakukan perubahan PIN untuk transaksi kartu mandiri debit / ATM dari 4 digit menjadi 6 digit terhitung mulai tanggal 18 Agustus 2015 karena adanya ketentuan / regulasi dari BI, yaitu Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/22/DASP tanggal 18 Oktober 2011 tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number pada Kartu ATM dan / atau Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia.


Berkenaan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan sosialisasi untuk implementasi pelaksanaan Pin 4 digit menjadi 6 digit kepada seluruh Pegawai Bank Mandiri dan nasabah Bank Mandiri.
2. Mulai kapan nasabah dapat melakukan penggantian atau perubahan PIN dari 4 digit menjadi 6 digit ?menjadi 6 digit ?

Jawab:

Nasabah dapat melakukan perubahan / penggantian PIN kartu mandiri debit / ATM terhitung mulai tanggal 18 Agustus 2015.
3. Dimana nasabah dapat melakukan perubahan / penggantian PIN kartu Mandiri debit / ATM dari 4 digit menjadi 6 digit?

Jawab :

Nasabah dapat melakukan perubahan / penggantian PIN kartu mandiri debit dari 4 digit menjadi 6 digit melalui mesin Mandiri ATM atau di Cabang Bank Mandiri terdekat.
4. Bagaimana proses perubahan / penggantian PIN kartu mandiri debit / ATM dari 4 digit menjadi 6 digit?

Jawab:

Ada 2 (dua) cara melakukan perubahan atau penggantian PIN kartu Mandiri Debit / ATM dari 4 digit menjadi 6 digit, yaitu :

a. Perubahan / penggantian PIN melalui mesin Mandiri ATM, ikuti langkah-langkah berikut ini : 
Masukkan kartu mandiri debit / ATM Anda dan pilih Bahasa. 
Masukkan PIN 
Pilih menu Transaksi Lainnya pada layar ATM 
Pilih menu Ubah PIN pada layar ATM 
Masukkan kembali PIN lama Anda pada layar ATM, lalu tekan ENTER / Tombol Hijau 
Masukkan 6 angka PIN baru yang Anda kehendaki 
Masukkan kembali 6 angka PIN yang tadi Anda masukkan ke layar ATM 
Setelah Ganti PIN selesai, keluar struk dengan keterangan “Ganti PIN Berhasil”. Segera Ambil kartu Anda 

b. Perubahan / penggantian PIN melalui Cabang Bank Mandiri 
Nasabah dapat mengisi formulir aplikasi umum di Customer Service dengan membawa dokumen seperti buku tabungan, kartu Mandiri debit serta kartu identitas yang masih berlaku. Apabila data verifikasi sesuai, nasabah akan melakukan perubahan / penggantian PIN melalui PINPAD di Teller. 
Customer Service mengarahkan nasabah melakukan perubahan PIN melalui PINPAd di teller. 
Nasabah diminta memasukkan PIN Baru sebanyak 6 digit. 
Nasabah memasukkan kembali PIN 6 digit yang tadi dibuat/dimasukkan. 
Penggantian PIN 6 digit selesai. 
5. Jika nasabah telah berhasil melakukan penggantian PIN, apakah nasabah dapat langsung bertransaksi di Jaringan ATM (Bank mandiri, ATM Bersama, LINK, Prima, Visa), Cabang Bank Mandiri dan mesin EDC?

Jawab:

Jika nasabah telah berhasil melakukan penggantian PIN, maka nasabah sudah dapat langsung bertransaksi di Jaringan ATM (Bank mandiri, ATM Bersama, LINK, Prima, Visa), cabang Bank mandiri dan mesin EDC.
6. Apakah jika nasabah belum melakukan perubahan / penggantian PIN kartu mandiri debit / ATM dari 4 digit menjadi 6 digit, nasabah tidak dapat melakukan transaksi menggunakan kartu mandiri debit / ATM nya?

Jawab:

Jika nasabah belum melakukan perubahan PIN dari 4 digit menjadi 6 digit, kartu mandiri debit / ATM nasabah masih dapat dipergunakan melakukan transaksi dengan PIN 4 digit.
7. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perubahan / penggantian PIN dari 4 digit menjadi 6 digit, kemana nasabah dapat bertanya?

Jawab:

Nasabah dapat menghubungi cabang Bank Mandiri terdekat atau menghubungi mandiri Call 14000 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait perubahan / penggantian PIN kartu Mandiri Debit.
8. Bagaimana bentuk pengumuman mengenai penggantian PIN ke 6 digit ini?

Jawab:

Sosialisasi akan dilakukan dengan menggunakan flyer, poster, pengumuman, surat pemberitahuan dan FAQ ke Cabang serta permintaan informasi melalui Mandiri Call 14000.


Semoga catatan tentang Cara Ganti PIN ATM Mandiri Dari 4 Digit Menjadi 6 Digit ini bisa bermanfaat bagi anda yang menggunakan Kartu ATM Bank Mandiri.


manualnya dapat didownload di bankmandiri.co.id


Tuesday, September 1, 2015

Enam Ekor Lembu di Langkat Nyaris Dicuri - Lubuk Kertang



Langkat,  Mobil pick up Daihatsu Zebra BK- 9334 BN yang mengangkut enam ekor lembu curian terbalik di lokasi pengeboran minyak Lubuk Kertang dengan kecepatan tinggi terbalik ketika melewati tikungan, Jumat (28/8) pukul 01. 00 WIB.
Peristiwa itu diketahui dan dilaporkan pemilik enam ekor lembu,Edi Suprapto (37), warga Dusun II Paluh Tabuhan Desa Lubuk Kertang Kelurahan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.
Kronologis itu berawal, saat korban mengetahui enam ekor lembu miliknya hilang dalam kandang yang berada di belakang rumahnya. Kemudian dia bersama saksi serta masyarakat melakukan pencarian.
Pada pukul 01.00 WIB, di curigai ada mobil dari lokasi pengeboran minyak hendak keluar dari Lubuk Kertang dengan berkecepatan tinggi dan ketika di tikungan kendaraan itu terbalik.
Saat itu, mereka menemukan dua ekor lembu di dalam mobil pick up, namun supir telah melarikan diri. Selanjutnya empat ekor lembu lainnya ditemukan di lokasi pengeboran minyak milik Pertamina di Desa Lubuk Kertang.
Kapolres Langkat, AKBP Dwi Asmoro melalui Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Berandan Ipda Dwi Syahputra ketika dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon seluler, Minggu (30/8) membenarkan peristiwa itu dan mengakui kasusnya masih dalam penyelidikan pihaknya.
“Kasusnya masih dalam penyelidikan dan sejauh ini kita sudah mengetahui siapa pemilik mobil itu, mudah-mudahan dalam waktu dekat kasusnya cepat terungkap dan menangkap pelakunya,” tegasnya seraya mohon doa. (hpg)

Friday, August 21, 2015

Para pekerja yang terkena PHK sudah bisa memproses pencairan JHT-nya pada 1 September 2015

Jakarta -Pemerintah sudah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2015 soal Jaminan Hari Tua (JHT). Kini peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bisa mencairkan JHT jika tak lagi bekerja.

"Alhamdulillah sudah selesai. Dilakukan revisi menjadi PP No. 60 tahun 2015. Ditindaklanjuti oleh Permen No. 19 Tahun 2015 Tentang tata cara dan persyaratan pembayaran JHT," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat jumpa pers di Kementerian Ketenagakerjaan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015).

Peserta yang tidak lagi bekerja termasuk yang keluar kerja dengan sengaja (resign) atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Poin utama dari revisi PP JHT kontennya sama. Para pekerja yang terkena PHK atau yang berhenti bekerja bisa mencairkan jaminan hari tuanya satu bulan setelah berhenti bekerja," ujarnya.

Selain itu, peserta juga bisa mencairkan dana JHT jika akan meninggalkan Indonesia dan bekerja di luar negeri. Dalam aturan sebelumnya, dana JHT hanya bisa dicairkan penuh setelah peserta berumur 56 tahun.

"Peraturan teknis pencairan JHT diatur BPJS Ketenagakerjaan Mulai 1 September 2015. Para pekerja yang terkena PHK sudah bisa memproses pencairan JHT-nya pada 1 September 2015," katanya.

Ia mengatakan, revisi PP ini dilakukan karena pemerintah responsif terhadap masalah tenaga kerja yaitu soal PHK dan kesempatan kerja.

"Bukan karena pemerintah keliru atau melakukan kesalahan, tetapi lebih karena mengakomodir keluhan atau aspirasi para pekerja," tambahnya.
(dtc)

Thursday, August 13, 2015

Sumut Punya Potensi untuk Tarik Wisatawan


(Analisa/rizal r surya) RAKERDA: Ketua BPD PHRI Sumut Denny S Wardhana (tengah), Ketua Bidang Organisasi BPP PHRI  Maulana Yusran (kanan) dan moderator Dewi Juita Purba (kiri), pada pembukaan Rakerda PHRI Sumut di Karibia Boutique Hotel Medan, Kamis (13/8).
Medan, (Analisa). Wakil Ketua Bidang Orga­nisasi Badan Pimpinan Pusat (BPP) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yus­­­ran mengatakan, Sumatera Utara me­mi­liki po­tensi yang sangat besar untuk mena­rik minat wisatawan ber­kunjung.
“Sumatera Utara sudah  punya hub inter­na­sional yaitu Bandar Udara (Bandara) Kua­la­­namu. Kemudian memiliki keindahan alam yang luar biasa dan modal kekayaan budaya yang beragam,” ujarnya saat memberi sam­butan pada Halal­biha­lal Badan Pengurus Daerah (BPD) Sumut di Ka­ri­bia Bou­tique Hotel Jalan Timor, Kamis (13/8).
Hal senada juga disam­paikannya saat mem­­berikan pengarahan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PHRI Sumut di hotel yang sama. Kedua kegiatan tersebut ber­te­ma, ‘Bersama Membangun Pariwisata Su­ma­tera Utara’.
Kesempatan untuk mening­katkan kun­jung­an wisatawan khususnya asing kata Mau­lana, se­ma­kin terbuka lebar karena peme­rin­tah telah mem­bebaskan visa untuk 30 negara. “Peluang ini harus kita ambil jangan sampai ketinggalan,” tegasnya.
Ia mengakui memang saat ini kondisi pere­konomian sedang sulit yang juga terimbas  pada sektor pariwisata. Mes­kipun demikian dengan adanya kerja sama antara pemangku kepentingan dengan melakukan berbagai upaya seperti pro­mosi dan menambah tujuan wisata (destinasi) baru, tingkat kun­jungan bisa ditingkatkan.
Agenda tetap
Pada kesempatan itu ia minta PHRI Sumut untuk membuat agenda tetap  kegiatan-kegia­tan yang ada di daerah ini. “Tahun ini ada ke­giatan yang dibuat pada Agustus.Tapi ta­hun ber­ikutnya berpindah ke bulan lain. Ke­giatan seperti ini sulit dipro­mosikan,” te­gasnya.
Karena itu ia berharap agar ke depannya dibuat agenda yang jadwalnya tidak berubah setiap tahun. Hal ini tentunya harus beker­jasama dengan peme­rintah daerah baik pro­vinsi maupun kabupaten/kota.
“Kita harus memberikan masukan kepada pemerintah daerah-daerah mana yang layak dan bisa dikembangkan men­jadi daerah tu­juan wisata (DTW) karena kita bersama pe­mangku kepentingan lain yang tahu hal ini,” ujarnya.
Terakhir ia berharap kepada PHRI Sumut un­tuk menjadi pelopor informasi Meetings, Incen­tives, Conferencing, Exhi­bitions (MICE). “Untuk itu kita harus membuat da­tabase hotel-hotel yang ada di daerah ini, berapa jumlah kamar, jenis kamarnya serta ruang-ruang pertemuan yang ada.
Sementara itu Ketua BPD PHRI Sumatera Utara Denny S Wardhana mengakui kondisi perhotelan di daerah ini sedang dalam ke­ada­an sulit. Meskipun demikian ia ber­harap se­mua tetap optimis untuk menghadapi kondisi yang ada dengan melakukan berbagai upaya agar tetap bisa bertahan.
Turut memberikan sambutan Kepala Di­nas Pariwisata dan Pariwisata Sumut diwa­kili Husein Ritonga. Hadir pada kesempatan itu Dirut PD Per­hotelan Sumut Cahyo Pra­mono, Hendra Arbi dan para anggota PHRI se-Sumut. (rrs)

Saturday, August 1, 2015

Penyebab Harga Tanah Melejit Naik Tinggi

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga tanah dalam satu dekade terakhir melonjak tak terkendali. Tak hanya di sekitar kawasan Jadebotabek, melainkan juga di daerah. Pertumbuhan harga bisa mencapai ratusan persen hanya dalam setahun. 

Sebut saja harga lahan di daerah Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara yang melonjak hingga 500 persen. Pada 2013, harga di daerah tersebut sebelumnya hanya Rp 1 juta per meter persegi, saat ini berada pada level Rp 5 juta per meter persegi. 

Kemudian harga tanah di Cisauk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jika pada tiga tahun lalu hanya bisa dijual Rp 200.000 per meter persegi, kini saat raksasa properti seperti Sinar Mas Land agresif membangun di kawasan itu, harga lahan melejit menjadi Rp 3 juta per meter persegi.

Di dalam area pengembangan BSD City sendiri milik Sinar Mas Land Group yang mencakup wilayah Cisauk sudah menyentuh level Rp 11 juta hingga Rp 16 juta per meter persegi.

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP), Bernardus Djonoputro, menyebut ada empat hal utama penyebab melejitnya harga tanah selama satu dekade terakhir. 

"Pertama, penguasaan tanah oleh pemodal (pengembang), investor dan kumpulan pemilik modal. Mereka membeli lahan dalam skala ribuan hektar untuk kemudian diolah dan dijual kembali," ujar Bernardus kepada Kompas.com, Jumat (5/12/2014). 

Dia melanjutkan, faktor kedua adalah tingginya biaya pematangan lahan. Mulai dari registrasi, sertifikasi hingga perizinan pengembangan di atasnya. 

"Ketiga, langkanya akses dan infrastruktur yang berkualitas untuk tanah yang dijadikan sebagai tempat tinggal dan tempat usaha. Ini menyebabkan biaya perolehan lahan sangat tinggi," tutur Bernardus. 

Keempat, tambah dia, terdapat ketidakaturan dan amburadulnya kondisi administrasi dan manajemen pertanahan (land register danland management). 

"Untuk mengatasi melonjaknya harga lahan gila-gilaan, pemerintah harus secara serius melakukan agenda reformasi pertanahan (land reform), melakukan pendataan dan manajemen tanah menuju rejimstatutory system yang mumpuni," jelas Bernardus.

Reformasi pertanahan juga harus disertai dengan perencanaan tata ruang dan tata guna lahan sebagai panglima pemanfaatannya. Dengan demikian, redistribusi ruang dan tanah dapat terjadi untuk mencapai sasaran negara demi pemerataan kemakmuran.

Selain itu, tambah Bernardus, pemerintah harus menargetkan bahwa reformasi pertanahan akan menjamin ketersediaan lahan yang cukup untuk kemandirian ekonomi, ketahanan pangan sekaligus pertahanan dan keamanan negara.

Monday, April 13, 2015

Pangkalan Susu Field Resmikan PTT Gas Processing Plant

Plant _pangsus

Plant _pangsusBrandan Barat - PT Perta­mina EP (PEP)  Asset 1 Pangkalan Susu Field mengadakan syukuran dan peresmian atas kembali dike­lolanya kilang  Paluh Tabuhan Timur (PTT) Gas Processing Plant, yang sebelumnya di­kelola oleh PT Maruta.


Peresmian PTT Gas Processing Plant yang bertempat di Dusun II Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat dihadiri tim manajemen Pertamina, Camat Brandan Barat, Kapolsek Pangkalan Brandan, Danramil 18 Brandan Barat, para kepala desa dan para tokoh agama, serta anak yatim yang berada di sekitar wilayah Desa Lubuk Kertang.

Field Manager PEP Asset 1 Pangkalan Susu Field, Dirasani Thaib menyampaikan harapannya agar kilang PTT Gas Processing Plant dapat berjalan dengan baik, menghasilkan produksi yang bagus, tidak terjadi ken­dala atau musibah apapun dikarenakan kilang ini merupakan kilang  pengolahan gas dengan risiko kerja tinggi.

Dirasani mengingatkan agar pekerja PEP menerapkan semangat ’’Think Aggeresive Do More” dibarengi dengan selalu kerja tepat waktu dan tepat mutu sebagai upaya pencapaian peningkatan  target produksi.

Sementara Camat Bran­dan Barat, Hafizham Parinduri berharap masyarakat da­pat mendukung operasi PEP Asset 1 Pangkalan Su­su Field. “Pertamina me­rupakan sumber minyak kita, sumber dana kita untuk pembangunan. Karena itu marilah kita dukung dan  jaga keberadaan Pertamina” tuturnya.

Hafizham juga meng­harapkan terciptanya sinergi dan hubungan baik antar perusahaan dan masyarakat melalui program Corporate Social Renponsibility dalam bentuk  program kemitraan.Ia sangat mengapresiasi kepedulian yang diberikan oleh perusahaan dalam bentuk santunan  kepada anak yatim di sekitar wilayah Desa Lubuk Kertang.

Selain syukuran dan peresmian, acara ini juga diiisi dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim di sekitar wilayah Desa Lubuk dan tausiyah oleh Ustad. H. Abdul Rahman Rangkuti.

Wednesday, February 18, 2015

Jebolan Kampus Indosat Laris Manis

Kiprah Indosat belakangan memang terkesan kurang agresif di pasaran. Tapi sumber daya manusianya bisa dikatakan termasuk yang paling laris di industri telekomunikasi.

Sejak peralihan dari Satelindo ke Indosat, perusahaan ini kerap diibaratkan sekolah yang menghasilkan SDM telekomunikasi yang mumpuni. Banyak lulusannya yang meraih kesuksesan setelah hijrah ke perusahaan lain.

Rudiantara dan Hasnul Suhaimi, misalnya. Sebelum berkibar seperti saat ini, mereka lama meniti karir di Indosat. Mereka berdua hanya segelintir dari sekian banyak jebolan Indosat.

Chief RA, panggilan akrab Rudiantara, sebelum hijrah ke Telkomsel, XL Axiata dan Telkom, memulai karirnya dari bawah sejak di Indosat. Bahkan sebelum menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, ‎ia pun sempat menjadi komisaris di perusahaan yang sekarang jadi milik Ooredoo (dulu bernama Qatar Telecom).

"Saya dilahirkan dan dibesarkan oleh Indosat, menjadi kebanggaaan bagi saya bisa kembali ke Indosat -- sebagai mantan komisaris‎ dan sekarang Menkominfo," kata Rudiantara saat HUT ke-44 Indosat.

Selain Chief RA, sosok sukses lainnya dari Indosat adalah Hasnul Suhaimi. Selama delapan tahun berkiprah setelah hijrah, ia berhasil membawa XL jadi operator te‎rbesar kedua di Indonesia mengalahkan Indosat.

Namun pencapaian Hasnul tampaknya akan berhenti sampai di situ saja. Karena sebentar lagi, ia akan menyerahkan jabatannya sebagai President Director & CEO XL ‎kepada Dian Siswarini -- yang juga pernah dibesarkan Indosat pada era Satelindo

n akrabnya -- kini jadi salah satu komisaris di Telkom.

Dan terakhir, satu-satunya direksi yang masih asli dibesarkan Indosat akhirnya ‎memutuskan untuk hengkang. Fadzri Sentosa memilih untuk hijrah sebagai direktur baru di Badan Usaha Logistik (Bulog) atas permintaan Menteri BUMN.

"Dari pendekar seluler dia memilih jadi pendekar beras," kata Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat saat berbincang dengan detikINET soal kepindahan Fadzri, Selasa (17/2/2015).

Memulai karir dari bawah di Indosat, pria yang akrab disapa FS ini pernah menjadi VP Regulatory Affair, VP International Marketing & Carrier Relation, bahkan sebagai Head of Regional Jabodetabek Office.

Fadzri yang juga sempat menjabat sebagai Direktur Penjualan dan Marketing IM3 ini akhirnya melepaskan jabatan yang diembannya sejak 2007 dengan posisi terakhir sebagai Director & Chief Corporate Solution, Wholesale & Infrastructure.

Dengan demikian, susunan direksi Indosat saat ini hanya menyisakan Alexander Rusli sebagai Direktur Utama, Curt Stefan Carlsson, (Direktur), Joy Wahjudi, Direktur (sekaligus selaku Direktur Independen), dan John Martin Thompson (Direktur).

Selain Fadzri yang dicomot pemerintah untuk mengemban tugas lain di lintas industri, Indosat sebelumnya juga harus rela melepas dua komisarisnya jadi menterinya Presiden Jokowi, yakni Rudiantara dan Rachmat Gobel. 

By : dtc

Wednesday, November 26, 2014

Presiden Pantau Rencana Pembangunan Tol Trans-Sumatera


Lampung, (Analisa). Presiden Joko Widodo memantau rencana pembangunan jalan tol Trans Sumatera dan jalur kereta api yang diharapkan dapat lebih mengintegrasikan dan meningkatkan konektivitas di pulau tersebut.
“Kita akan memulai tol Trans Sumatera dan kereta api Trans Sumatera tahun depan (2015),” kata Presiden Joko Widodo kepada wartawan di Bakauheni, Selasa.
Menurut Presiden, dirinya bakal memantau antara lain dengan mendengarkan paparan dari Gubernur Lampung mengenai kesiapan tentang perencanaan pembangunan proyek tersebut.
Jokowi menginginkan perencanaan pengembangan pembangunan terkait dengan konektivitas dan integrasi antarkawasan berjangka panjang.
“Kita ingin melihat pengembangan 50 tahun ke depan seperti apa, 100 tahun ke depan seperti apa,” katanya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini M Soemarno meminta seluruh BUMN Karya yang terlibat pada pembangunan jalan tol Trans Sumatera memperkuat koordinasi agar sejalan dengan program percepatan pengembangan infrastruktur yang ditetapkan pemerintah.
Menurut catatan, pada Februari 2012 pemerintah melalui Kementerian BUMN mencanangkan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 km yang menghubungkan Provinsi Aceh hingga Lampung dengan investasi hampir Rp300 triliun.
Secara ekonomi pembangunan jalan Tol di Sumatera masih terlalu berat sehingga disepakati untuk membangun perusahaan patungan antara Jasa Marga dan setiap pemda di Sumatera.
Tol Trans Sumatera terbagi menjadi empat koridor utama dan tiga koridor prioritas jaringan jalan tol di Sumatera.
Keempat koridor utama jaringan jalan tol itu meliputi Lampung-Palembang sepanjang 358 kilometer, Palembang-Pekanbaru 610 kilometer, Pekanbaru-Medan 548 kilometer, dan Medan-Banda Aceh 460 kilometer.
Tiga koridor prioritas pembangunan, antara lain jalan Palembang-Bengkulu 303 kilometer, Pekanbaru-Padang 242 kilometer dan Medan-Sibolga sejauh 175 kilometer. (Ant)

Tuesday, October 28, 2014

Menkominfo Rudiantara Punya Harta Rp 32,81 Miliar

Jakarta - Beberapa menteri yang duduk di Kabinet Kerja bentukan presiden Joko Widodo dan wapres Jusuf Kalla pernah melaporkan jumlah harta kekayaannya. Termasuk Menkominfo Rudiantara.

Dikutip dari website acch.kpk.go.id, dari 34 menteri, sudah ada 20 yang pernah melaporkan harta kekayaannya. Rudiantara sendiri terakhir melapor pada tanggal 21 Oktober 2011 saat menjabat Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Pada waktu itu, kekayaan Rudiantara tercatat total Rp 32,81 miliar dan USD 129.705. Terdiri dari tanah dan bangunan di 21 titik senilai Rp 34,29 miliar, alat transportasi Rp 808 juta, usaha lainnya Rp 300 juta, harta bergerak lain berupa logam mulia dan barang antik Rp 3,78 miliar.

Kemudian masih ada surat berharga Rp 750 juta, giro dan setara kas Rp 3,09 miliar dan USD 129.705, piutang Rp 1,02 miliar serta utang Rp 11,24 miliar.

Dibandingkan dengan menteri lain, kekayaan Rudiantara cukup tinggi. Sebagai salah satu perbandingan, ada nama Menteri Pariwisata Arief Yahya yang terakhir menjabat sebagai Dirut Telkom.

Arief Yahya melaporkan harta kekayaan terakhir saat menjabat sebagai Dirut PT Telkom pada 17 Agustus 2010. Total harta kekayaannya senilai Rp 24,7 miliar. Ia antara lain melaporkan memiliki 14 bidang tanah yang terletak di Bandung, Bekasi dan Banyuwangi. Nilai aset tak bergeraknya senilai Rp 10 miliar.

Selain itu, Arief juga memiliki alat transportasi berupa mobil Land Cruiser, Kijang Montana dan Honda Jazz senilai Rp 505 juta.‎ Dia juga memiliki usaha lain di bidang pertanian sapi senilai Rp 707 juta.

‎Surat berharga yang dimiliki Menteri Pariwisata itu senilai Rp 12,6 miliar. Arief juga memiliki Giro setara kas senilai Rp 12,6 miliar dan logam mulia senilai Rp 292 juta.

Menteri lain yang juga pernah melaporkan harta kekayaannya adalah Ignasius Jonan mantan Dirut PT KAI yang sekarang menjabat Menteri Perhubungan. Ia terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 5 April 2012. Harta Jonan saat tercatat sebesar Rp 23,5 miliar dan USD 5.101.

Harta bergerak yang dimiliki Jonan di antaranya‎ berupa 6 bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Surabaya senilai Rp 14 miliar. Selain itu Jonan juga mempunyai alat transportasi senilai Rp 888 juta
(fyk/ash) 

Friday, September 26, 2014

Sejarah Shell di Indonesia

Sejarah Awal

Aeilko Jans Zijklert, penanam tembakau berusia 20 tahun di Jawa Timur, pindah ke Pesisir Timur Sumatra pada tahun 1880 setelah pemerintah menyatakan wilayah tersebut dibuka untuk perkebunan. Selama perjalanannya di pulau tersebut, dia menemukan jejak-jejak minyak yang menurut analisis berisi sekitar 62 persen parafin (kadang disebut minyak tanah).
Senang dengan penemuannya, dia mengundurkan diri dari pekerjaannya, memperoleh lisensi dari penguasa setempat, Sultan Langkat, dan pada tahun 1884 menggalang dana yang  cukup untuk mengebor sumur pertamanya yang ternyata kering. Tahun berikutnya, dia mencoba melakukan pengeboran kembali di Telaga Said dekat desa Pangkalan Brandan Sumatra Utara.
Akhirnya dia berhasil. Kali ini dia menemukan minyak dan sumur barunya yang  dikenal sebagai Telaga Tunggal 1 dan mulai berproduksi dalam kuantitas komersial. Sumur ini disebut Telaga Tunggal No 1 dan  berlokasi di wilayah konsesi Telaga Said.
Pada tahun 1890, Ziljker mengubah "Provisional Sumatra Petroleum Company" miliknya menjadi sesuatu yang  lebih substansial, dan pada tanggal 16 Juni, piagam perusahaan  "Royal Dutch Company for the Working of Petroleum Wells in the Dutch Indies" didirikan di Den Haag.
Setelah Zijklert meninggal pada tanggal 27 Desember 1890, rekannya De Gelder mengambil alih pekerjaan, menemukan ladang minyak baru dan mengembangkan perusahaannya. Basis administratif perusahaan didirikan di Pangkalan Brandan. Pekerjaan dimulai untuk membangun fasilitas di dekat Pangkalan Susu guna menangani pengiriman laut.
Pada tahun 1898, Royal Dutch menyelesaikan konstruksi fasilitas penyimpanan dan pelabuhan yang akan membuat Pangkalan Susu menjadi pelabuhan pengiriman minyak pertama di Indonesia. Sementara itu di Kalimantan pada tahun 1897, Shell Transport and Trading Company Ltd. menemukan minyak di Kalimantan Timur dan pada tahun yang sama mendirikan kilang minyak kecil di Balikpapan, yang  dimulai pada tahun 1899.

Awal Abad ke-20

Dengan bergantinya abad, minyak ditemukan di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Timur dan Tengah serta Kalimantan Timur, dan kilang minyak didirikan di masing-masing wilayah ini. Saat itu, ada 18 perusahaan yang mengeksplorasi atau memproduksi, minyak di Indonesia.
Pada awal tahun abad ini, dua perusahaan muncul sebagai pemimpin --- Royal Dutch dalam produksi dan penyulingan dan Shell dalam transportasi dan pemasaran. The Shell Company didirikan pada tahun 1897 oleh Marcus Samuel, pedagang rempah-rempah dan kerang dari Inggris - yang  akhirnya menjadi dasar penamaan perusahaan tersebut.
Pada tahun 1902 Shell dan Royal Dutch membentuk usaha patungan untuk menangani pengiriman dan pemasaran kedua perusahaan -- The Shell Transport and Royal Dutch Petroleum Co. Ltd. Setelah beberapa tahun di mana Royal Dutch jauh lebih baik dibandingkan Shell, Marcus Samuel mengusulkan kepada De Gelder dari Royal Dutch untuk melakukan merger masing-masing perusahaan.
Akhirnya, pada tanggal 24 Februari 1907, terbentuklah Royal Dutch/ Shell Group of Companies yang kemudian dikenal di seluruh dunia sebagai "Shell". Tiga tahun berikutnya, pada tahun 1910, grup Shell menggandeng perusahaan produksi lain di Indonesia dan pada tanggal 24 Juni 1911, membeli produsen independen terakhir -- Dordtsche Petroleum Mij -- dan lengkaplah kehadiran Shell dalam industri minyak di Indonesia.

dari : http://www.shell.co.id/id/aboutshell/who-we-are/history/country.html

Thursday, May 8, 2014

KNTI Nyatakan Serius Mereboisasi Register 8/L

Langkat, 29/4 (Antara) – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Region Sumatera, menyatakan serius mereboisasi 817 hektare mangrove atau bakau di kawasan hutan register 8/L Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.
“Upaya ini kita lakukan untuk mengembalikan fungsi hutan mangrove dengan tanaman baru dari alih fungsi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di sana,” kata Presedium Kesatuan Nelayan Tradisonal Indonesia (KNTI) Region Sumatera, Tajruddin Hasibuan, di Brandan Barat, Selasa.
Selama ini, menurut dia, kondisi hutan Register 8/L memprihatinkan akibat beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.
“Hampir 1.200 hektare tanaman mangrove di Register 8/L Brandan Barat rusak karena alih fungsi lahan, tetapi sekarang sudah bisa dihijaukan kembali,” ujar dia.
Diakuinya, penghijauan kembali hutan mangrove di kawasan Register 8/L tidak terlepas dari partisipasi para nelayan, perempuan nelayan maupun masyarakat yang peduli terhadap pentingnya pelestarian hutan mangrove di kawasan itu.
Disebutkannya, saat ini terdapat 350.000 batang mangrove yang sudah ditanami dalam kondisi tumbuh subur di lokasi tersebut.
“Sebanyak 15.000 jiwa warga yang tersebar di delapan desa, turut aktif merehabilitasi hutan mangrove yang sebelumnya dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.
Upaya tersebut, menurutnya, dilakukan KNTI Region Sumatera semata-mata untuk kepentingan nelayan dan keluarganya agar pendapatan mereka bisa meningkat seperti puluhan tahun yang lalu.
“Hasilnya sudah dirasakan kini oleh nelayan dan perempuan nelayan, dimana ekonomi mereka kita tumbuh dan pendapatannya semakin meningkat, ujar dia.
Tajuddin menambahkan, upaya menghijaukan kembali kawasan Register 8/L hingga kini masih dihadapkan dengan tantangan, terutama dari investor perusahaan perkebunan sawit seperti UD Harapan Sawita, PT Pelita Nusantara Sejahtera, yang diduga terus berupaya untuk meluluhlantakkan inisiatif masyarakat tersebut.
Pada saat ini juga masih ada lembaga yang mengaku telah melakukan rehabilitasi seluas 300 hektare di Desa Lubuk Kertang yang bernama YAGASU.
Lembaga ini selalu menjual laporan kepada pihak”founding” tertentu untuk mengelola lahan di kawasan Register 8/l.
Bahkan, lanjut dia, pihak YAGASU disebut-sebut sudah menandatangani kontrak selama 20 tahun dan menerima dana pengelolaan untuk masa 10 tahun ke depan. (ANT/KR-IFZ)

Wednesday, November 13, 2013

Lokasi koin emas di Aceh bekas perakitan senjata 400 ahli Turki

Putroe Canden mengalami kesurupan di Kantor Desa Gampong Pande. Saat kesurupan dirinya meminta pedang dikembalikan.
Lokasi koin emas di Aceh bekas perakitan senjata 400 ahli Turki
Merdeka.com - Gampong Pande (Desa Pinter) heboh menyusul temuan koin emas di rawa-rawa. Di desa yang terletak di titik nol Banda Aceh itu dulunya lokasi tempat perakitan persenjataan Kerajaan Aceh Darussalam.

Bahkan ketika masa kepemimpinan kerajaan Sultan Alkahar mengundang 400 tenaga ahli perakitan persenjataan dan meriam dari Turki. Saat itu, agenda besarnya adalah untuk mengusir Portugis yang telah menjajah kerajaan Aceh Darussalam saat itu.

"Gampong Pande ini pusat pembuatan senjata, ada banyak meriam besar-besar dibuat di sini, bahkan raja mengundang 400 tenaga ahli dari Turki kala itu," tegas salah seorang sejarawan Aceh, Rusdi Sufi, Selasa (12/11) di Banda Aceh.

Dijelaskannya, perakitan persenjataan tersebut guna untuk melawan penjajahan yang dilakukan oleh Portugis saat itu.
"Portugis saat itu menjajah Aceh Darussalam untuk menghancurkan peradaban Islam kala itu," jelas Rusdi.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang kolektor manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid, bahwa Gampong Pande selain pusat kerajinan juga gudang persenjataan yang besar untuk melawan Portugis. "Benar, di situ juga dulu gudang persenjataan dan tempat perakitan senjata seperti meriam," ulas Tarmizi.

Rusdi Sufi meminta Pemerintah Aceh untuk bertanggung jawab soal kelestarian artefak peninggalan masa kesultanan di masa lampau itu. Pasalnya, itu sudah menjadi cagar budaya yang sudah dilindungi dalam perundang-undangan yang ada di Indonesia.

"Semestinya pemerintah harus bergerak cepat menyelamatkan artefak itu, karena itu cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya," kata Rusdi Sufi di kantornya, Selasa (12/11).

Harusnya, pemerintah proaktif menyelamatkan artefak itu sebagai bukti kejayaan kerajaan di Aceh di masa lampau. "Jangan sampai kekayaan artefak Aceh itu dimiliki oleh orang lain di luar negeri," jelas Rusdi.

Sedangkan kolektor manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid menyebutkan, pemerintah semestinya harus mencegah artefak Aceh berpindah tangan pada negara lain. Saat ini, ia sendiri kecewa pada pemerintah yang dinilai lambat dalam bergerak. "Pemerintah harus buat aturan segera terkait dengan itu, semestinya pemerintah harus cepat bergerak dan bila perlu pemerintah menebus koin emas itu dari warga yang menemukannya," tukas Tarmizi.

Selain itu, kepentingan untuk menyelamatkan artefak itu untuk kepentingan pendidikan. Jadi penting pemerintah mempersiapkan tim ahli untuk melakukan penelitian lebih lanjut. "Perlu diteliti lebih lanjut, termasuk untuk kepentingan memastikan keasliannya," sebut Tarmizi.
[tts]