PT. Nusantara Buana Air merupakan sebuah perusahaan penerbangan, yang
melayani penerbangan perintis, charter, medivac, cargo, etc,
Saat ini PT. Nusantara Buana Air melayani route Perintis:
1.Dari MEDAN ke Wilayah aceh
(Tapaktuan, Sinabang, Singkil, Naganraya, B. Pidie, Takengon, Kutacane,
B. Aceh), dan Wilayah SUMUT (Sibolga, G. Sitoli, P. Tello)
2.dari PADANG ke (P.Tello, G. Sitoli, Rokot, Muko-muko, Bengkulu).
Contact:
Head office (Jakarta) :
Telp : 021 - 8353783
Fax : 021 - 8353787
Branch Office (Medan):
Telp : 061 - 4534680
Fax : 061 - 4154603
Friday, September 30, 2011
Pesawat Cassa 212 NBA Jatuh Di Bahorok Medan
Video Pesawat Cassa Jatuh. Pesawat Casa 212 milik maskapai NBA
yang jatuh pada Kamis tanggal 29/9/2011 pagi telah ditemukan di sebuah
bukit di Langkat, Sumatera Utara. Zulkifli, Kepala Cabang NBA Sumut
mengatakan, lokasi jatuhnya pesawat di koordinat 3 derajat 23 menit 80
detik lintang utara dan 98 derajat 01 menit 21 detik bujur timur.
”Tadi saya sudah lima kali mengitari bukit tersebut dan melihat pesawat
masih utuh,” kata Zulkifli. Ia mengatakan posisi pesawat kira-kira
sekitar 30 km dari aliran sungai.
Melihat kondisi pesawat, kemungkinan korban selamat masih besar. Namun,
pihaknya tidak dapat melakukan pemotretan kondisi pesawat karena medan
yang sulit.
”Sulit sekali medannya karena diapit oleh bukit, jadi saat ini kami
mengharap evakuasi dari jalur darat,” sebutnya. Saat ini tim SAR dan TNI
sedang berkoordinasi untuk menuju lokasi jatuhnya pesawat dan segara
mengevakuasi korban.
Pesawat Casa 212 yang membawa 14 penumpang dan 4 awak tersebut berangkat
dari Bandara Polonia, Medan, pukul 07.00 dan dijadwalkan tiba di
Kutacane pukul 08.00, tetapi tak lama kemudian pesawat dinyatakan hilang
kontak dan tak diketahui kabarnya.
General Manager Bandara Polonia Medan Bram Baroto menuturkan pada pukul
09.00 WIB sebuah pesawat CC Air menangkap sinyal darurat pada posisi
radial 246 dengan jarak sekitar 36 kilomile. Pada saat pesawat take off
atau lepas landas cuaca di Medan sendiri tengah cerah. Selain itu,
kondisi pesawat juga diketahui baik.
Inilah daftar penumpang pesawat Cassa jenis 212 yang hilang kontak,
Kamis (29/9/2011). Pesawat perintis yang dioperasikan PT Nusantara Buana
Air (NBA) yang menerbangi rute Medan-Kutacane.
Pesawat take off pukul 07.23 wib.
1. Aisyah (Child)
2. Astuti (Mrs)
3. Suriadi (Mr)
4. Tia Afriliani (Child)
5. Dr Suhelman (Mr)
6. Dr Juli Dhaliana (Mrs)
7. Siwa Sanbugan (Mr)
8. Jefridin (Mr)
9. Tirnau Karsu (Mr)
10. Andi Raylan M Bangko (Mr)
11. Ahmad Arief (Baby)
12. Samsidar Yusni (Mrs)
13. Hamimatul Janah (Child)
14. Hanif Abdilah (bayi)
Awak
1. Famal Ishak (Pilot) (sebelumnya TNI menyebut Pomal)
2. Budiono (Co Pilot)
3. Nico Matulessy (Teknisi)
4. B. Soetopo (FOO)
Dugaan Penyebab Pesawat Cassa 212 Jatuh
Kondisi pesawat Cassa 212 milik PT NBA (Repro: okezone)
MEDAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) Polonia Medan menyebutkan kecepatan angin di lokasi
jatuhnya pesawat Cassa 212-200, di kawasan hutan Geleng Pintu, Sinambah,
Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, kencang.
Kecepatan angin, siang ini, menurut BMKG mencapai 20 knot. Ini riskan untuk segala bentuk penerbangan. Karena itu BMKG mengimbau pesawat dan helikopter Tim SAR yang melakukan evakuasi korban, untuk berhati-hati.
“Kecepatan angin di lokasi memang cukup kencang mencapai 20 knot,” jelas Kasi Data dan Informasi BMKG Polonia Medan, Hartanto, Jumat (30/9/2011).
Hartono menambahkan, selain angin kencang, cuaca di lokasi juga berubah dengan cepat. Saat ini, jelas Hartono, kawasan hutan di Kecamatan Bahorok sedang musim hujan. “Sampai tiga hari ke depan, wilayah Bahorok masih diguyur hujan,” sebutnya.
Kecepatan angin saat pesawat jatuh pada Kamis pagi kemarin, kata Hartono, juga tidak berbeda jauh dengan saat ini. Dia memprediksi, pesawat PK-TLF milik PT Nusantara Buana Air (NBA) itu dihantam angin kencang dari arah depan. Hantaman angin itu membuat pesawat tidak stabil, bahkan pilot harus menambah kecepatan agar kecepatan menjadi normal.
Selain itu, lanjut dia, rute penerbangan Medan menuju Kutacane, dari kemarin hingga hari ini, terdapat banyak gumpalan awan. Awan tersebut akan membuat pesawat berguncang.
Prediksi soal kondisi angin dan cuaca BMKG, dibenarkan pihak Badan SAR Nasional (Basarnas). Diakui Kepala Baarnas angin menjadi kendala terberat evakuasi para korban melalui udara.
"Angin Bahorok itu saat ini kencang. Jadi kita mengalami kendala," kata Kepala Basarnas, Marsma Daryatmo saat ditemui terpisah.
(ton)
Kecepatan angin, siang ini, menurut BMKG mencapai 20 knot. Ini riskan untuk segala bentuk penerbangan. Karena itu BMKG mengimbau pesawat dan helikopter Tim SAR yang melakukan evakuasi korban, untuk berhati-hati.
“Kecepatan angin di lokasi memang cukup kencang mencapai 20 knot,” jelas Kasi Data dan Informasi BMKG Polonia Medan, Hartanto, Jumat (30/9/2011).
Hartono menambahkan, selain angin kencang, cuaca di lokasi juga berubah dengan cepat. Saat ini, jelas Hartono, kawasan hutan di Kecamatan Bahorok sedang musim hujan. “Sampai tiga hari ke depan, wilayah Bahorok masih diguyur hujan,” sebutnya.
Kecepatan angin saat pesawat jatuh pada Kamis pagi kemarin, kata Hartono, juga tidak berbeda jauh dengan saat ini. Dia memprediksi, pesawat PK-TLF milik PT Nusantara Buana Air (NBA) itu dihantam angin kencang dari arah depan. Hantaman angin itu membuat pesawat tidak stabil, bahkan pilot harus menambah kecepatan agar kecepatan menjadi normal.
Selain itu, lanjut dia, rute penerbangan Medan menuju Kutacane, dari kemarin hingga hari ini, terdapat banyak gumpalan awan. Awan tersebut akan membuat pesawat berguncang.
Prediksi soal kondisi angin dan cuaca BMKG, dibenarkan pihak Badan SAR Nasional (Basarnas). Diakui Kepala Baarnas angin menjadi kendala terberat evakuasi para korban melalui udara.
"Angin Bahorok itu saat ini kencang. Jadi kita mengalami kendala," kata Kepala Basarnas, Marsma Daryatmo saat ditemui terpisah.
(ton)
Nusantara Buana Air: Pesawat Laik Terbang
Lokasi jatuhnya pesawat Jakarta - Pihak manajemen PT Nusantara Buana Air (NBA) menyatakan pesawat miliknya, Cassa 212, yang jatuh sebenarnya laik terbang. Pesawat tersebut baru melakukan pengecekan rutin pada 22 September lalu.
"Perlu kami sampaikan bahwa kondisi pesawat sampai tadi berangkat itu dalam kondisi yang laik terbang. Terkahir melaksanakan inspeksi (pemeriksaan) 100 jam pada tanggal 22 September kemarin," terang Safety Manager Nusantara Buana Air, Robur AD Rizallianto, saat ditemui di kantornya di Gedung Nusantara Buana Air Jl Dr Saharjo, Jakarta, Kamis (29/9/2011).
Menurut Robur, tim NBA yang berada di Medan, saat ini tengah menuju lokasi tempat keberadaan pesawat. "Teman-teman NBA Medan sedang menuju yang diduga lokasi keberadaan pesawat," katanya.
Robur menjelaskan, saat pesawat terbang kondisi cuaca dalam keadaan cukup baik. Hanya saja, angin yang bertiup memang cukup kencang.
Medan yang dilalui pesawat memang di atas perbukitan. Namun Robur memastikan bahwa pilot NBA sudah diberi training ketika berhadapan dengan kondisi buruk.
"Ada perbukitan, tapi kita sudah berikan pelatihan kepada pilot bagaimana jika cuaca ataupun kondisi tidak memungkinkan untuk mendarat. Semua pilot di sini sudah diberi training untuk itu," tambahnya.
Akibat insiden hilangnya pesawat tersebut, Robur mengaku sebagian keluarga korban sudah menghubungi pihak NBA.
"Sudah ada yang menghubungi, kita minta untuk sabar dan mohon doanmya semua crew dan penumpang selamat," tandas Robur.
Pesawat Cassa 212 ini terbang dari Medan pukul 07.00 WIB. Seharusnya pesawat tersebut sampai di Kutacane, Aceh Tenggara pada pukul 08.00 WIB. Pesawat itu terakhir melakukan kontak dengan air control saat berada di atas Bohorok, Kabupaten Langkat. Hingga kini, Tim SAR masih menuju titik lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Pesawat itu jatuh di pegunungan kapur di Aceh Tenggara. Semua penumpang dan awak yang berjumlah 18 orang diduga tewas.
(lia/nwk)
Tuesday, September 27, 2011
Perpres Proyek KA Bandara Sudah Terbit
Jakarta (ANTARA) - Kementerian BUMN menyatakan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar hukum bagi PT Kereta Api Persero untuk mengerjakan proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 7 kilometer telah terbit.
"Sudah keluar perpres-nya, sehingga PT KAI dapat langsung mengerjakannya," ujar Deputi Menteri BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurutnya, pengerjaan seluruh proyek KA Bandara Soekarno-Hatta dipercayakan kepada PT Kereta Api tanpa harus membuat tim pembangunan.
"Bila diserahkan dan dibentuk lagi tim, maka selesainya akan lama," imbuhnya.
Sebelumnya, pembangunan jalur ini memakai skema kerjasama pemerintah swasta (public private partnership) dengan menggunakan Perpres No. 13/2010. Namun, akhirnya pemerintah memutuskan menugaskan PT KAI melalui perpres baru.
Sumaryanto mengakui beberapa perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah berkomitmen untuk mengucurkan dana dalam pengerjaan proyek tersebut.
"Mereka (perbankan) cuma membutuhkan perpres-nya saja biar jelas," tuturnya.
PT KAI akan memakai dana internal perusahaan untuk mengerjakan proyek yang diperkirakan menelan investasi senilai Rp2,3 triliun tersebut.
Dalam pembangunan proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta ini, PT KAI juga diminta untuk menyelesaikannya dalam tempo 1,5 tahun sejak perpres turun.
Thursday, August 4, 2011
Kekuatan Adzan
Oleh: Ustad Arifin Ilham/Republika
Waktu bergerak dan terus berputar. Malam berganti dan siang kembali menjelang. Begitu seterusnya, hingga fase alam dunia ini berakhir. Tentu tidak ada yang bisa menahan gerak sunatulah-Nya ini.
"Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berilmu." (QS Ali Imran [3]: 190).
Tiap kali terjadi pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya, maka bagi mereka yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambutnya dengan panggilan salat. Saat peralihan dari malam ke siang bukankah kita disambut dengan salat Subuh. Saat peralihan dari siang ke malam kita disambut dengan salat Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya. Bahkan pada tengah malam saat penghuni bumi terlelap dalam tidurnya, mereka para perindu-Nya berdiri menegakkan salat, rukuk dan sujud kehadirat Allah Rabbul 'Izzah.
Orang yang beriman pasti merindukan suara azan yang bersahutan dari berbagai masjid dan mushala. Karena, tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi ruang semesta di negeri ini selain azan.
Selama 24 jam azan akan terus berkumandang menjelajah ke seluruh bumi ini. Dari Papua hingga Aceh, terus berlanjut hingga berbagai negara dan benua. Belum selesai kumandang azan zuhur di benua Amerika, azan Subuh sudah kembali menyapa Papua.
Tanpa kita sadari para muazin di seluruh penjuru dunia ini tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan azan. Suara azan Zuhur seolah meredam teriknya sinar sang surya. Suara azan Asar bercampur dengan sinar mentari yang menghangat dan tiupan angin yang sepoi. Suara azan Maghrib yang lantang, mengajak melepas penatnya hari. Suara azan Isya, membawa kehangatan ketika malam mulai beranjak dingin. Sementara suara azan Subuh memecah keheningan dan membangunkan kesadaran.
Semua panggilan azan ini bertujuan mengingatkan penghuni bumi yang beriman kepada Allah untuk tegak dengan shalatnya. Mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan mengajak manusia untuk tidak terlelap dan lupa pada kesibukan dan keasyikan dunia. Menyeru manusia untuk tidak tersesat dalam kegelapan dunia dan kebuntuan akhirat.
Perhatikanlah lafaz-lafaz azan yang sering kita kumandangkan itu. Betapa tingginya kekuatan azan dan betapa indah kata-katanya. Kata-kata itu dengan seluruh kekuatannya terus-menerus mengingatkan kita akan palsunya segala klaim keduniawian. Di bumi dan di langit hanya ada satu Tuhan yang pantas disembah dan diikuti ajaran-Nya.
Ketahuilah, azan bukan semata panggilan muazin, tetapi panggilan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Coba simak ulang lafaz azan. Ternyata yang dipanggil "Hayya 'alash shalah" adalah yang bersyahadat. Artinya, mereka yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; tidak ada ajaran yang dapat membahagiakan kecuali ajaran yang dibawa utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW. Mereka yang tidak bersyahadat tidak dipanggil.
Sementara panggilan itu dalam rangka "al-falaah," meraih kesuksesan dunia akhirat. Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu bahagia mendengar dan memenuhi panggilan setiap kumandang azan.
Waktu bergerak dan terus berputar. Malam berganti dan siang kembali menjelang. Begitu seterusnya, hingga fase alam dunia ini berakhir. Tentu tidak ada yang bisa menahan gerak sunatulah-Nya ini.
"Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berilmu." (QS Ali Imran [3]: 190).
Tiap kali terjadi pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya, maka bagi mereka yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambutnya dengan panggilan salat. Saat peralihan dari malam ke siang bukankah kita disambut dengan salat Subuh. Saat peralihan dari siang ke malam kita disambut dengan salat Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya. Bahkan pada tengah malam saat penghuni bumi terlelap dalam tidurnya, mereka para perindu-Nya berdiri menegakkan salat, rukuk dan sujud kehadirat Allah Rabbul 'Izzah.
Orang yang beriman pasti merindukan suara azan yang bersahutan dari berbagai masjid dan mushala. Karena, tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi ruang semesta di negeri ini selain azan.
Selama 24 jam azan akan terus berkumandang menjelajah ke seluruh bumi ini. Dari Papua hingga Aceh, terus berlanjut hingga berbagai negara dan benua. Belum selesai kumandang azan zuhur di benua Amerika, azan Subuh sudah kembali menyapa Papua.
Tanpa kita sadari para muazin di seluruh penjuru dunia ini tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan azan. Suara azan Zuhur seolah meredam teriknya sinar sang surya. Suara azan Asar bercampur dengan sinar mentari yang menghangat dan tiupan angin yang sepoi. Suara azan Maghrib yang lantang, mengajak melepas penatnya hari. Suara azan Isya, membawa kehangatan ketika malam mulai beranjak dingin. Sementara suara azan Subuh memecah keheningan dan membangunkan kesadaran.
Semua panggilan azan ini bertujuan mengingatkan penghuni bumi yang beriman kepada Allah untuk tegak dengan shalatnya. Mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan mengajak manusia untuk tidak terlelap dan lupa pada kesibukan dan keasyikan dunia. Menyeru manusia untuk tidak tersesat dalam kegelapan dunia dan kebuntuan akhirat.
Perhatikanlah lafaz-lafaz azan yang sering kita kumandangkan itu. Betapa tingginya kekuatan azan dan betapa indah kata-katanya. Kata-kata itu dengan seluruh kekuatannya terus-menerus mengingatkan kita akan palsunya segala klaim keduniawian. Di bumi dan di langit hanya ada satu Tuhan yang pantas disembah dan diikuti ajaran-Nya.
Ketahuilah, azan bukan semata panggilan muazin, tetapi panggilan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Coba simak ulang lafaz azan. Ternyata yang dipanggil "Hayya 'alash shalah" adalah yang bersyahadat. Artinya, mereka yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; tidak ada ajaran yang dapat membahagiakan kecuali ajaran yang dibawa utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW. Mereka yang tidak bersyahadat tidak dipanggil.
Sementara panggilan itu dalam rangka "al-falaah," meraih kesuksesan dunia akhirat. Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu bahagia mendengar dan memenuhi panggilan setiap kumandang azan.
Perhatian Buruk! Warga Perbatasan Ancam Kibarkan Bendera Malaysia
TRIBUNNEWS.COM, SINTANG - Ancaman yang dilontarkan warga Desa Mungguk Gelombang, Ketungau Tengah, Sintang, untuk mengibarkan bendera Malaysia membuat aparat di daerah tersebut langsung sibuk.
Bupati Sintang Milton Crosby mengadakan rapat tertutup, Rabu (3/8/2011), bersama Wakil Bupati Ignasius Juan, Kapolres Sintang AKBP Firly R Samosir, Dandim Sintang Letkol G Amin Y, serta Danyon 642 Sintang Amin Taufik.
Usai rapat dengan petinggi Polri dan TNI, Bupati kemudian mengundang beberapa pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membidangi persoalan tersebut.
Ancaman warga Desa Mungguk Gelombang, Ketungau Tengah, untuk mengibarkan bendera Malaysia di desa mereka, dilansir oleh MetroTV, Selasa (2/8/2011).
Diberitakan, warga setempat kesal karena pemerintah tak memperhatikan kondisi infrastruktur di perbatasan. Misalnya, kerusakan jalan yang sudah didera bertahun-tahun, tapi tak juga diperhatikan. Mereka juga mengeluhkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Kepala Desa Mungguk Gelombang, Yusak, pemerintah Malaysia sudah bertahun-tahun membantu menyediakan sarana dan prasarana air bersih bagi mereka. Akibatnya, warga lebih berempati pada negeri tetangga dari pada negeri sendiri.
Warga juga mengaku berulang kali mendengar kabar tinjauan dan pencairan dana pembangunan. Namun, mereka sama sekali belum pernah menikmati kemajuan pembangunan dan kesejahteraan.
Selain itu, sarana transportasi jalan yang rusak harus membuat warga bertumpu melalui jalur air. Sementara Pemkab Sintang dan Pemprov Kalbar mengaku mengaku hanya mempunyai dana terbatas.
Warga pun mengancam akan mengibarkan bendera Malaysia, apabila tuntutan dan perhatian bagi mereka tak jua dipenuhi.
Pernyataan Yusak yang juga disiarkan oleh MetroTV itu langsung direspon pemerintah pusat, termasuk di antaranya Mabes Polri dan TNI.
Hasil Rapat
Pertemuan tertutup antara Bupati Milton Crosby, Wakil Bupati Ignasius Juan, Kapolres Firly R Samosir, Dandim G Amin Y, serta Danyon 642 Amin Taufik, menghasilkan beberapa agenda kerja.
Pertama, Wakil Bupati Ignasius Juan bersama TNI dan Polri akan melakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih di perbatasan pada 17 Agustus 2011, bertepatan dengan HUT RI.
Kedua, ke depan pemerintah, Polri, dan TNI akan melakukan pembinaan melalui dialog dengan masyarakat untuk mencari tahu apa persoalan yang dihadapi.
Ketiga, menyampaikan hasil dialog antara warga dan pemerintah kepada pemerintah pusat, dan atasan masing-masing institusi, terhadap beberapa keluhan yang disampaikan masyarakat perbatasan.
Keempat, memberikan pengobatan gratis kepada warga, sambil melakukan pembinaan dan dialog.
Bupati Milton Crosby berharap masyarakat yang ada di wilayah perbatasan dapat lebih sabar untuk menunggu pembangunan dari pemerintah. Kata dia, belum adanya pembangunan bukan berarti pemerintah tidak perduli.
"Kita memang masih mengalami keterbatasan anggaran, namun kita terus berusaha untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah perbatasan," kata Bupati.
Bupati tidak menampik insfrastruktur di perbatasan masih belum memadai. Akan tetapi, tidak benar jika sampai saat ini dikatakan tidak ada pembangunan sama sekali yang dilakukan pemerintah.
"Bahkan, wilayah perbatasan ini selalu menjadi prioritas. Hanya memang semuanya tidak bisa instan, melainkan butuh proses, karena sesuai dengan kemampuan kita," kata Bupati.
Pemkab, kata Bupati, sudah sering kali mengusulkan pembangunan kepada pusat. Namun, karena banyak daerah yang memerlukan pembangunan, maka dana yang terbatas itupun harus dibagi-bagi.
Bupati Sintang Milton Crosby mengadakan rapat tertutup, Rabu (3/8/2011), bersama Wakil Bupati Ignasius Juan, Kapolres Sintang AKBP Firly R Samosir, Dandim Sintang Letkol G Amin Y, serta Danyon 642 Sintang Amin Taufik.
Usai rapat dengan petinggi Polri dan TNI, Bupati kemudian mengundang beberapa pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membidangi persoalan tersebut.
Ancaman warga Desa Mungguk Gelombang, Ketungau Tengah, untuk mengibarkan bendera Malaysia di desa mereka, dilansir oleh MetroTV, Selasa (2/8/2011).
Diberitakan, warga setempat kesal karena pemerintah tak memperhatikan kondisi infrastruktur di perbatasan. Misalnya, kerusakan jalan yang sudah didera bertahun-tahun, tapi tak juga diperhatikan. Mereka juga mengeluhkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Kepala Desa Mungguk Gelombang, Yusak, pemerintah Malaysia sudah bertahun-tahun membantu menyediakan sarana dan prasarana air bersih bagi mereka. Akibatnya, warga lebih berempati pada negeri tetangga dari pada negeri sendiri.
Warga juga mengaku berulang kali mendengar kabar tinjauan dan pencairan dana pembangunan. Namun, mereka sama sekali belum pernah menikmati kemajuan pembangunan dan kesejahteraan.
Selain itu, sarana transportasi jalan yang rusak harus membuat warga bertumpu melalui jalur air. Sementara Pemkab Sintang dan Pemprov Kalbar mengaku mengaku hanya mempunyai dana terbatas.
Warga pun mengancam akan mengibarkan bendera Malaysia, apabila tuntutan dan perhatian bagi mereka tak jua dipenuhi.
Pernyataan Yusak yang juga disiarkan oleh MetroTV itu langsung direspon pemerintah pusat, termasuk di antaranya Mabes Polri dan TNI.
Hasil Rapat
Pertemuan tertutup antara Bupati Milton Crosby, Wakil Bupati Ignasius Juan, Kapolres Firly R Samosir, Dandim G Amin Y, serta Danyon 642 Amin Taufik, menghasilkan beberapa agenda kerja.
Pertama, Wakil Bupati Ignasius Juan bersama TNI dan Polri akan melakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih di perbatasan pada 17 Agustus 2011, bertepatan dengan HUT RI.
Kedua, ke depan pemerintah, Polri, dan TNI akan melakukan pembinaan melalui dialog dengan masyarakat untuk mencari tahu apa persoalan yang dihadapi.
Ketiga, menyampaikan hasil dialog antara warga dan pemerintah kepada pemerintah pusat, dan atasan masing-masing institusi, terhadap beberapa keluhan yang disampaikan masyarakat perbatasan.
Keempat, memberikan pengobatan gratis kepada warga, sambil melakukan pembinaan dan dialog.
Bupati Milton Crosby berharap masyarakat yang ada di wilayah perbatasan dapat lebih sabar untuk menunggu pembangunan dari pemerintah. Kata dia, belum adanya pembangunan bukan berarti pemerintah tidak perduli.
"Kita memang masih mengalami keterbatasan anggaran, namun kita terus berusaha untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah perbatasan," kata Bupati.
Bupati tidak menampik insfrastruktur di perbatasan masih belum memadai. Akan tetapi, tidak benar jika sampai saat ini dikatakan tidak ada pembangunan sama sekali yang dilakukan pemerintah.
"Bahkan, wilayah perbatasan ini selalu menjadi prioritas. Hanya memang semuanya tidak bisa instan, melainkan butuh proses, karena sesuai dengan kemampuan kita," kata Bupati.
Pemkab, kata Bupati, sudah sering kali mengusulkan pembangunan kepada pusat. Namun, karena banyak daerah yang memerlukan pembangunan, maka dana yang terbatas itupun harus dibagi-bagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)